• Opini

Definisi Perangkat Lunak ‘Open Source’

Ada beberapa alasan kenapa suatu program atau aplikasi dikategorikan sebagai perangkat lunak "open source," serta kenapa pengguna, pengembang, dan perusahaan teknologi raksasa suka dengan istilah tersebut.

Pilihan

Pengertian dan Pengaruh Penting dari Net Neutrality

Istilah Net Neutrality, atau Netralitas Net, kian populer, terutama ketika ada suatu negara yang mengisukan untuk menghapusnya. Banyak berpendapat...

Cara Mengunci Folder dengan ‘Password’ di Windows

Setiap pengguna memiliki dokumen rahasianya sendiri yang tidak seharusnya dilihat atau diakses pengguna lain. Memberikan keamanan dan perlindungan terhadap...

Kenapa Kamera Ponsel dari Jepang Tidak Dapat Dibuat ‘Silent’

Ponsel yang diproduksi untuk Jepang dibekali dengan kamera yang bunyi shutter-nya tidak dapat dibuat "silent," atau dinonaktifkan. Selain kamera,...

Cara Menggabungkan Berkas PDF Menjadi Satu

PDF, atau Protected Document Format, merupakan format berkas yang dikembangkan untuk kepentingan pertukaran dokumen digital. Format berkas ini pertama...

Istilah “open source,” atau perangkat lunak sumber terbuka, sudah tidak jarang lagi kita dengar, baik di berita maupun di video YouTube yang meliput tentang perkembangan teknologi. Selain perangkat lunak open source, ada juga perangkat lunak “proprietary” dan “freeware,” yang semuanya memiliki arti dan sifat yang berbeda. Bagi yang tertarik untuk mempelajarinya, berikut adalah definisi dari apa itu perangkat lunak open source, beserta dengan sifat dan keuntungannya; baik untuk pengembang dan pengguna.

Definisi Perangkat Lunak ‘Open Source’ dan Keuntungannya

Perangkat lunak yang bersifat open source adalah yang kode sumbernya, atau source code, tersedia secara gratis. Dengan kata lain, penggunanya, atau siapa pun, dapat mengakses, memodifikasi, meningkatkan, serta bahkan mendistribusikan perangkat lunak yang berbeda menggunakan kode sumber tersebut. Selain tidak memiliki biaya lisensi, perangkat lunak open source juga dapat disalin atau didistribusikan kembali. Pengguna juga dapat menggunakan perangkat lunak open source untuk tujuan apa pun.

Definisi Open Source
Kredit gambar: Wikipedia

Sebagi contoh, Linux Ubuntu merupakan salah satu OS yang bersifat open source. Pengguna dapat mengunduhnya secara gratis, serta membuat salinan sebanyak mungkin dan membagikannya ke pengguna lain. Pengguna juga dapat mengunduh kode sumber dari Ubuntu tersebut, dan memodifikasinya untuk membuat perangkat lunak lain, atau versi yang berbeda dari versi aslinya.

Mulanya, “Open Source” merupakan istilah sertifikasi yang dikenalkan oleh OSI, atau Open Source Initiative. Pengembang yang ingin mendistribusikan programnya yang bersifat open source harus mengikuti syarat-syarat yang sudah ditetapkan oleh OSI. Syarat-syarat tersebut menyatakan jika:

  • Perangkat lunak yang didistribusikan harus didistribusikan kembali ke orang lain tanpa batasan apa pun;
  • Kode sumber dari perangkat lunak tersebut harus tersedia (sehingga pihak penerima dapat meningkatkan atau memodifikasinya);
  • Lisensi dapat memungkinkan perangkat lunak yang dimodifikasi atau disempurnakan untuk menggunakan nama atau versi yang berbeda dari perangkat lunak asli.

Untuk lisensi sendiri, perangkat lunak open source biasanya didistribusikan menggunakan General Public License (GNU), Intel Open Source License, FreeBSD License, dan the Mozilla Public License. Situs resmi OSI menyediakan informasi lebih lanjut mengenai hal ini. Situs tersebut juga menyediakan beberapa detail lainnya mengenai perangkat lunak open source yang tidak tertulis di artikel ini.

Perbedaan Perangkat Lunak ‘Open Source’ dan ‘Proprietary’

Selain perangkat lunak open source, ada juga perangkat lunak yang besifat “proprietary,” yang merupakan kebalikannya dan sering dilabeli sebagai perangkat lunak “closed source.” Karenanya, perangkat lunak proprietary, atau perangkat lunak milik perorangan, tidak dapat diutak-atik, dan kode sumbernya hanya dapat dimodifikasi oleh perusahaan atau perorangan yang mengembangkan dan memiliki hak terhadap kode sumber tersebut.

Sebagai contoh, Linux merupakan salah satu perangkat lunak open source. Windows dan Microsoft Office merupakan salah “dua” perangkat lunak proprietary yang sudah dikenal dan dipakai oleh banyak pengguna.

Perbedaan Perangkat Lunak ‘Open Source’ dan ‘Freeware’

Perangkat lunak open source berbeda dengan “freeware,” atau perangkat lunak gratis. Meskipun sama-sama dapat digunakan dan disebarkan secara gratis, keduanya menerapkan kode etis yang berbeda. Perbedaannya, ialah, kode sumber dari suatu perangkat lunak gratis tidak dapat diakses dan dimodifikasi oleh penggunanya.

Sebagai contoh, Skype dan Windows Live Messenger merupakan perangkat lunak gratis. Pengguna dapat mengunduh, menggunakan, dan menyebarkannya secara gratis, namun tidak diizinkan untuk mengakses dan memodifikasi kode sumber dari kedua perangkat lunak tersebut.

Keuntunggan Menggunakan Perangkat Lunak ‘Open Source’

Keuntungan dari menggunakan perangkat lunak open source untuk pengguna tentu terletak di ketersediaanya yang bisa didapatkan secara gratis. Di sisi lain, keuntungan mendistribusikan perangkat lunak open source bagi pengembang terletak pada kode sumbernya yang dapat diakses oleh pengguna lain. Sebuah perangkat lunak tentu memiliki bug, dan jika banyak yang dapat mengakses kode sumbernya serta bekerja untuk menangani bug tersebut, tentu dapat meringankan beban pengembang.

Selain itu, perangkat lunak open source juga memungkinkan pengembang agar dapat “berdiri berdampingan” dengan perusahaan teknologi raksasa. Contoh saja Google, yang Android dan Chrome OS-nya dikembangkan berdasarkan Linux dan beberapa perangkat lunak open source lainnya.

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Pengertian dan Pengaruh Penting dari Net Neutrality

Istilah Net Neutrality, atau Netralitas Net, kian populer, terutama ketika ada suatu...

Cara Mengunci Folder dengan ‘Password’ di Windows

Setiap pengguna memiliki dokumen rahasianya sendiri yang tidak seharusnya dilihat atau diakses pengguna lain. Memberikan keamanan dan perlindungan terhadap dokumen tersebut adalah hal yang...

Kenapa Kamera Ponsel dari Jepang Tidak Dapat Dibuat ‘Silent’

Ponsel yang diproduksi untuk Jepang dibekali dengan kamera yang bunyi shutter-nya tidak dapat dibuat "silent," atau dinonaktifkan. Selain kamera, bunyi ketika mengambil tangkapan layar...

Cara Menggabungkan Berkas PDF Menjadi Satu

PDF, atau Protected Document Format, merupakan format berkas yang dikembangkan untuk kepentingan pertukaran dokumen digital. Format berkas ini pertama kali dikenalkan oleh Adobe Systems...