Diboikot, YouTube Hapus 150.000 Video

Setelah ditemukan komentar yang tidak pantas pada sejumlah video yang ditujukan untuk anak-anak.

Pilihan

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua ponsel 5G pertama yang akan diluncurkan Honor...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji...

YouTube baru-baru ini menuai kontroversi karena sejumlah video untuk anak-anak mengandung komentar yang tidak pantas. Menanggapinya, dikutip dari CNET, YouTube menutup ratusan akun dan menghapus lebih dari 150.000 video dari situsnya. YouTube juga menonaktifkan fitur komentar untuk lebih dari 625.000 video yang dianggap menyalahi aturannya.

Tindakan untuk meninda klanjuti isu ini dilakukan setelah beberapa pengiklan ternama, termasuk Adidas dan Deutsche Bank, mencabut iklannya dari YouTube. Dikutip dari dari sumber yang sama, perwakilan dari Adidas dan Deutsche Bank belum memberi komentar terkait isu ini.

Selain menghapus lebih dari 150.000 video, YouTube juga menjelaskan jika telah mencabut sejumlah iklannya dari hampir 2 juta video. YouTube juga melakukannya kepada lebih dari 50.000 akun yang berkategori Family-friendly, namun menampilkan konten yang tidak pantas.

IKLAN

YouTube juga telah membuat sebuah peraturan baru yang dikhususkan untuk penggunanya yang masih di bawah umur. YouTube mengklaim jika telah menggunakan teknologi Machine Learning, dan akan mempertimbangkan hasil ulasan dari pengguna untuk menindak lanjuti video yang dianggap mengandung konten yang tidak pantas.

Ini juga bukan kali pertama YouTube mendapat boikot dari pengiklan. Pada awal tahun, sejumlah pengiklan, termasuk AT&T dan Johnson & Johnson, telah beralih dari YouTube setelah iklannya muncul pada konten yang menunjukkan sifat ekstremis dan menyebarkan kebencian. Ini terjadi karena YouTube menggunakan teknologi periklanan otomatis yang, pada saat itu, gagal mengidentifikasi isu tersebut.

Diperbarui 18/12/2019: Ppenyesuaian gambar unggulan.

IKLAN
ViaCNET

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang dicadangkan dapat berupa konfigurasi dan...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer untuk OS berbayar, seperti Windows...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji coba terlebih dahulu, dan telah...