Diboikot, YouTube Hapus 150.000 Video

Setelah ditemukan komentar yang tidak pantas pada sejumlah video yang ditujukan untuk anak-anak.

Pilihan

Minecraft Kian Populer, Penjualan Capai 200 Juta

Microsoft mengumumkan total penjualan Minecraft kini mencapai 200 juta, dengan 126 juta pemain aktif pada setiap bulannya. Ini merupakan...

Pengertian dan Contoh Perangkat Lunak ‘Open Source’

Istilah perangkat lunak Open Source, atau perangkat lunak sumber terbuka, sudah tidak asing lagi bagi konsumen dan pengguna teknologi....

Facebook Beli Platform GIF Populer GIPHY

Facebook resmi membeli GIPHY, sebuah platform pengunggahan dan pembagian GIF yang kian populer. Facebook berencana untuk mengintegrasikan pustaka GIF GIPHY...

Saingi Zoom, Messenger Rooms Kini Tersedia Secara Global

Facebook mengumumkan jika layanan panggilan video grupnya, Messenger Rooms, telah tersedia secara global untuk semua pengguna, baik pada ponsel maupun...

YouTube baru-baru ini menuai kontroversi karena sejumlah video untuk anak-anak mengandung komentar yang tidak pantas. Menanggapinya, dikutip dari CNET, YouTube menutup ratusan akun dan menghapus lebih dari 150.000 video dari situsnya. YouTube juga menonaktifkan fitur komentar untuk lebih dari 625.000 video yang dianggap menyalahi aturannya.

Tindakan untuk meninda klanjuti isu ini dilakukan setelah beberapa pengiklan ternama, termasuk Adidas dan Deutsche Bank, mencabut iklannya dari YouTube. Dikutip dari dari sumber yang sama, perwakilan dari Adidas dan Deutsche Bank belum memberi komentar terkait isu ini.

IKLAN

Selain menghapus lebih dari 150.000 video, YouTube juga menjelaskan jika telah mencabut sejumlah iklannya dari hampir 2 juta video. YouTube juga melakukannya kepada lebih dari 50.000 akun yang berkategori Family-friendly, namun menampilkan konten yang tidak pantas.

YouTube juga telah membuat sebuah peraturan baru yang dikhususkan untuk penggunanya yang masih di bawah umur. YouTube mengklaim jika telah menggunakan teknologi Machine Learning, dan akan mempertimbangkan hasil ulasan dari pengguna untuk menindak lanjuti video yang dianggap mengandung konten yang tidak pantas.

Ini juga bukan kali pertama YouTube mendapat boikot dari pengiklan. Pada awal tahun, sejumlah pengiklan, termasuk AT&T dan Johnson & Johnson, telah beralih dari YouTube setelah iklannya muncul pada konten yang menunjukkan sifat ekstremis dan menyebarkan kebencian. Ini terjadi karena YouTube menggunakan teknologi periklanan otomatis yang, pada saat itu, gagal mengidentifikasi isu tersebut.

Diperbarui 18/12/2019: Ppenyesuaian gambar unggulan.

IKLAN
ViaCNET

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Microsoft Rilis Pratinjau Windows Package Manager

Microsoft merilis pratinjau untuk Windows Package Manager, sebuah pengelola paket aplikasi berbasis baris...

6 Aplikasi Password Manager Terbaik untuk Android

Aplikasi password manager, atau pengelola kata sandi, merupakan salah satu aplikasi yang memiliki peran penting untuk menunjang presensi daring pengguna. Pada artikel ini, saya sudah...

Sea of Thieves Mendarat di Steam 3 Juni

Microsoft dan Rare mengumumkan jika akan merilis permainan petualangan bajak laut Sea of Thieves di toko permainan Steam pada 3 Juni mendatang. Sea of Thieves...