7 Fitur Paling Menarik di Android Oreo

Beberapa harus diaktifkan secara manual, dan berberapa juga sudah berjalan secara otomatis.

Pilihan

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua ponsel 5G pertama yang akan diluncurkan Honor...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji...

Android merupakan OS sejuta umat, dan telah dipakai di hampir setiap ponsel yang mendukungnya. Versi terakhir dari Android, ketika artikel ini ditulis, adalah Android Oreo. Google, selaku pengembang, menawarkan banyak peningkatan, serta penambahan beberapa fitur di OS terbarunya tersebut. Melalui artikel ini, saya ingin membahas beberapa fitur menarik yang ditawarkan Android Oreo, serta kegunaannya.

Untuk mendemonstrasikan fitur-fitur menarik berikut, termasuk hasil tangkapan layarnya, saya menggunakan Android Oreo yang telah dikostumisasi dengan Samsung Experience 9.0. Beberapa fitur mungkin memiliki fungsi atau akses yang berbeda dengan yang ditawarkan di OS yang sedang dipakai pengguna.

1. Pemasangan Aplikasi dari “External Sources

Android Oreo menawarkan fitur untuk mengelola pemasangan aplikasi dari pihak ketiga, atau dari external sources. Sebelumnya, pengguna dapat mengaktifkan pilihan “Pemasangan Aplikasi dari Sumber Tidak Diketahui” melalui Opsi Pengembang. Ini akan mengizinkan setiap aplikasi yang terpasang di sistem dapat menginstal aplikasi tambahan dari pihak ketiga, atau dari sumber yang tidak dipercaya.

IKLAN

Mengaktifkan Pemasangan Aplikasi dari "External Sources"
Gambar: Naufal H. Rabbani / MSDPN

Di Android Oreo, konsep tersebut telah berubah. Pengguna kini perlu memberikan izin untuk setiap aplikasi yang ingin menginstal aplikasi dari pihak ketiga. Ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan sistem Android secara keseluruhan. Pengguna dapat mengelola aplikasi yang memiliki izin untuk menginstal aplikasi tambahan dari “external sources” dengan mengunjungi menu Pengaturan > Aplikasi > Akses khusus > Instal aplikasi yg tdk dikenal.

2. Penundaan Notifikasi

Dengan meningkatnya jumlah aplikasi yang terinstal, meningkat juga jumlah notifikasi yang ditampilkan ponsel. Notifikasi tersebut, jika tidak terlalu penting, terkadang dapat mengganggu. Untuk mengatasi hal ini, Android Oreo menawarkan fitur untuk menundanya, sehingga notifikasi hanya muncul pada waktu yang telah ditentukan.

Menunda Notifikasi
Gambar: Naufal H. Rabbani / MSDPN

Untuk mengaktifkan fitur ini, pengguna perlu memilih notifikasi yang ingin ditunda, lalu geser setengah sampai ikon jam muncul. Klik ikon jam tersebut, lalu pilih waktu penundaan yang ingin ditentutakan. Waktu standarnya adalah 15 menit.

3. Pengaturan Notifikasi Sesuai Kanal

Android Oreo juga memungkinkan pengguna untuk mengatur bagaimana notifikasi ditampilkan. Pengguna dapat mengaturnya sesuai dengan kanal yang telah ditentukan oleh pengembang, seperti notifikasi yang diprioritaskan, pemberitahuan akun, dll.

Mengatur Notifikasi Sesuai Kanal
Gambar: Naufal H. Rabbani / MSDPN

Hampir sama seperti ketika menunda notifikasi, mengaturnya sesuai kanal dapat dilakukan dengan menggeser setengah pada notifikasi yang ingin diatur. Alih-alih mengklik ikon jam, klik ikon pengaturan untuk melakukannya. Untuk aplikasi WhatsApp, sebagai contoh, notifikasinya memiliki kanal “Cadangan riwayat chat,” “Notifikasi panggilan,” dll.

4. Pengoptimalan Penggunaan Baterai dengan Membatasi Aplikasi

Fitur lainnya meliputi pengoptimalan daya tahan baterai. Android Oreo telah dikonfigurasi untuk mengawasi aplikasi yang berjalan di latar belakang, dan yang mengkonsumsi banyak sumber daya baterai. Fitur ini aktif secara otomatis untuk hampir semua aplikasi, terkecuali bagi yang sudah diperbarui menggunakan Android API level 26.

Mengoptimalkan Penggunaan Baterai dengan Membatasi Aplikasi
Gambar: Naufal H. Rabbani / MSDPN

Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini melalui menu Pengaturan > Pemeliharaan perangkat > Baterai > Pengaturan lanjutan > Monitor daya aplikasi. Pengguna juga dapat menambahkan suatu aplikasi untuk selalu dinonaktifkan demi menghemat daya baterai. Ini dapat dilakukan melalu menu Pengaturan > Pemeliharaan perangkat > Baterai > Aplikasi selalu nonaktif.

5. Autofill, atau Pengisian Otomatis

FItur autofill, yang biasa ditemui di peramban, kini juga sudah tersedia di sistem bawaan Android Oreo. Fitur ini berguna untuk mengisi formulir secara otomatis, seperti nama, alamat, dll.

Autofill, atau Pengisian Otomatis
Gambar: Naufal H. Rabbani / MSDPN

Cara kerjanya hampir sama dengan yang disediakan di peramban. Pengguna akan ditawarkan apakah ingin menyimpan data yang pertama kali dimasukkan, untuk kemudian digunakan kembali dengan fitur autofill di masa mendatang. Konfigurasi fitur autofill sendiri dapat diakses melalui menu Pengaturan > Manajemen umum > Bahasa dan input > Layanan isi otomatis.

6. Mengaktifkan Wi-Fi Secara Otomatis

Fitur menarik lainnya yang ditawarkan Android Oreo adalah opsi untuk mengaktifkan Wi-Fi secara otomatis. Ketika fitur ini aktif, ponsel akan mengaktifkan Wi-Fi, dan mengubungkannya dengan jaringan yang sudah tersimpan, sesuai dengan koordinat GPS dari Wi-Fi tersebut ketika pertama kali tersambung.

Mengaktifkan Wi-Fi Secara Otomatis
Gambar: Naufal H. Rabbani / MSDPN

Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini melalui menu Pengaturan > Koneksi > Wi-Fi > Tingkat lanjut. Fitur ini, karena menggunakan koordinat GPS untuk menghubugkan dengan Wi-F yang telah disimpan, tidak akan berjalan ketika fitur layanan lokasi (GPS) ponsel dinonaktifkan.

7. Fitur ‘Rescue Party’ untuk Mencegah Boot Loop

Ponsel Android sering mengalami kerusakan sistem, dan tak jarang mengakibatkan terjadinya boot loop, di mana ponsel terus melakukan booting berulang tanpa masuk ke sistem. Google, melalui Android Oreo, telah menyediakan protokol Rescue Party untuk mencegah terjadinya hal tersebut.

Ketika sistem Android menemukan ancaman atau kerusakan yang dapat mengakibatkan boot loop, maka protokol Rescue Party akan secara otomatis diaktifkan, dan memaksa ponsel untuk melakukan reboot ke mode pemulihan, atau recovery mode. Pengguna, melalui mode pemulihan, dapat mengatur ulang ponsel atau memulihkannya untuk mencegah terjadinya boot loop tanpa perlu menginstalnya ulang.

IKLAN

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang dicadangkan dapat berupa konfigurasi dan...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer untuk OS berbayar, seperti Windows...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji coba terlebih dahulu, dan telah...