Google for Jobs: Cara Mudah Mencari Lowongan Pekerjaan

Google for Jobs mempermudah pencari kerja menemukan lowongan pekerjaan sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.

Pilihan

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua ponsel 5G pertama yang akan diluncurkan Honor...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji...

Google resmi meluncurkan layanan untuk mencari lowongan pekerjaan, Google for Jobs, pada bulan Juni tahun 2017 lalu. Layanan ini dapat diakses melalui laman pencarian Google, dan memungkinkan pengguna untuk melihat lowongan pekerjaan dari berbagai situs pekerjaan daring, seperti LinkedIn, Monster, dll.

Tujuan Google for Jobs adalah untuk mempermudah calon pekerja mencari lowongan yang tersedia di satu situs. Dengan ini, pengguna tidak perlu membuka situs lainnya yang juga menyediakan lowongan yang sama dan tidak relevan.

Selain itu, Google for Jobs dapat diakses melalui desktop dan ponsel. Meskipun menggunakan teknologi yang sama, Google for Jobs juga memiliki antarmuka hasil pencarian yang berbeda, di mana lowongan pekerjaan akan disortir dan ditampilkan dalam bentuk “kartu.”

IKLAN

Google for Jobs Cara Mudah Mencari Lowongan Pekerjaan
Gambar: Google

Google for Jobs, yang untuk sementara hanya dapat diakses di Amerika Serikat, memungkinkan pengguna untuk menelusuri lowongan pekerjaan berdasarkan jenis pekerjaan, lokasi, waktu pengumuman, dan perusahaan terkait. Algoritme yang dipakai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) yang digunakan di mesin pencari Google pada umumnya, namun dikhususkan untuk mencari lowongan pekerjaan.

Cara menggunakannya cukup mudah. Pengguna dapat dapat mengunjungi Google, lalu mengetik “jobs near me,” atau “jobs as a reporter,” untuk memulai melakukan pencarian. Setelah hasil pencarian ditampilkan, pengguna juga dapat menyortir dan menyaringnya menurut lokasi, perusahaan, dll. Selain itu, Google juga menyediakan fitur notifikasi untuk mengabari jika ada pekerjaan baru yang relevan dengan minat pengguna.

Begitu menemukan pekerjaan, Google akan mengarahkan pengguna ke situs kerja untuk memulai proses melamar. Dalam proses pelamaran, Google memiliki, melainkan hanya menyediakan akses terhadap lowongan tersebut.

Dikutip dari TechCrunch, untuk membuat daftar lowongan pekerjaan ini, Google terlebih dahulu menyingkirkan semua lowongan yang sama yang diterbitkan oleh pembuat lowongan. Kemudian, algoritme AI pencarian Google menyaring dan mengkategorikan lowngan pekerjaan tersebut. Situs pekerjaan daring, seperti LinkedIn, Monster, dll, memudahkan Google untuk melakukan tugasnya. Situs-situs tersebut menggunakan setidaknya beberapa markup spesifik untuk membantu mesin pencari memahami bahwa suatu konten merupakan lowongan pekerjaan.

Diperbarui 20/11/2019: Penyesuaian gambar unggulan.

IKLAN

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang dicadangkan dapat berupa konfigurasi dan...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer untuk OS berbayar, seperti Windows...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji coba terlebih dahulu, dan telah...