Google Plus Akan Ditutup untuk Konsumen

Akan berhenti beroperasi mulai bulan Agustus 2019 mendatang.

Pilihan

Pengertian dan Pengaruh Penting dari Net Neutrality

Istilah Net Neutrality, atau Netralitas Net, kian populer, terutama ketika ada suatu negara yang mengisukan untuk menghapusnya. Banyak berpendapat...

Cara Mengunci Folder dengan ‘Password’ di Windows

Setiap pengguna memiliki dokumen rahasianya sendiri yang tidak seharusnya dilihat atau diakses pengguna lain. Memberikan keamanan dan perlindungan terhadap...

Kenapa Kamera Ponsel dari Jepang Tidak Dapat Dibuat ‘Silent’

Ponsel yang diproduksi untuk Jepang dibekali dengan kamera yang bunyi shutter-nya tidak dapat dibuat "silent," atau dinonaktifkan. Selain kamera,...

Cara Menggabungkan Berkas PDF Menjadi Satu

PDF, atau Protected Document Format, merupakan format berkas yang dikembangkan untuk kepentingan pertukaran dokumen digital. Format berkas ini pertama...

Google, melalui artikel blognya pada hari Senin kemarin, mengumumkan jika platform media sosialnya yang kurang populer, Google Plus, akan ditutup untuk konsumen pada akhir bulan Agustus 2019 mendatang. Ini dilakukan Google setelah ditemukannya kerentanan keamanan yang memungkinkan pengembang aplikasi untuk mengakses informasi pribadi penggunanya.

Isu kerentanan keamanan ini ditemukan, dan telah diperbaiki sejak bulan Maret 2018 lalu, di mana pada waktu tersebut Google tidak memberi tahu penggunanya. Menurut laporan dari Wall Street Journal, Google khawatir jika mengungkapkannya akan merugikan reputasi perusahaan. Google juga tidak ingin menarik perhatian regulasi yang tidak diinginkan.

Menurut Google, kerentanan keamanan ini ditemukan melalui salah satu API yang dimiliki Google Plus. Ada 438 pengembang pihak ketiga yang dapat mengakses data dari lebih dari 500,000 pengguna melalui celah tersebut. Ini termasuk nama pengguna, alamat surel, pekerjaan, tanggal lahir, foto profil, dan informasi pribadi lainnya yang tidak bersifat publik.

Selain itu, karena server Google Plus tidak menyimpan catatan API selama lebih dari dua minggu, Google tidak dapat memastikan pengguna mana yang terkena dampak dari isu ini. Namun, Google meyakinkan penggunanya bahwa tidak menemukan bukti jika ada pengembang pihak ketiga yang tahu tentang isu ini. Google juga yakin jika tidak ada data pribadi pengguna yang telah disalahgunakan.

Selain karena isu keamanan kerentanan, penutupan Google Plus juga dilakukan karena media sosial tersebut kurang populer, dan jarang digunakan. “Google Plus untuk konsumen saat ini memiliki penggunaan dan daya tarik pengguna yang rendah: 90 persen dari sesi pengguna Google Plus berdurasi kurang dari lima detik,” tulis Google, melalui artikel blognya.

Namun, meskipun akan ditutup untuk konsumen, Google Plus akan terus beroperasi. Sebelum sepenuhnya ditutup, Google memberi kesempatan bagi penggunanya untuk mencadangkan data yang tersimpan di media sosial tersebut. Setelah ditutup, di sisi lain, Google Plus akan hanya dapat digunakan oleh pengguna Enterprise yang mewakili suatu perusahaan. Untuk itu, Google, dalam waktu dekat, akan mengumumkan produk baru yang akan difokuskan untuk memaksimalkan layanan tersebut.

Google mengatakan bahwa jika menemukan isu ini melalui inisiatif baru yang diberi nama Project Strobe. Inisiatif ini dilaksanakan guna melindungi privasi, dan memberi batasan terhadap pengembang untuk mengakses data pengguna. Ini nantinya diperuntukkan agar masalah keamanan seperti yang dialami oleh Google Plus saat ini tidak terulang lagi.

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Pengertian dan Pengaruh Penting dari Net Neutrality

Istilah Net Neutrality, atau Netralitas Net, kian populer, terutama ketika ada suatu...

Cara Mengunci Folder dengan ‘Password’ di Windows

Setiap pengguna memiliki dokumen rahasianya sendiri yang tidak seharusnya dilihat atau diakses pengguna lain. Memberikan keamanan dan perlindungan terhadap dokumen tersebut adalah hal yang...

Kenapa Kamera Ponsel dari Jepang Tidak Dapat Dibuat ‘Silent’

Ponsel yang diproduksi untuk Jepang dibekali dengan kamera yang bunyi shutter-nya tidak dapat dibuat "silent," atau dinonaktifkan. Selain kamera, bunyi ketika mengambil tangkapan layar...

Cara Menggabungkan Berkas PDF Menjadi Satu

PDF, atau Protected Document Format, merupakan format berkas yang dikembangkan untuk kepentingan pertukaran dokumen digital. Format berkas ini pertama kali dikenalkan oleh Adobe Systems...