Google Plus Akan Ditutup untuk Konsumen

Akan berhenti beroperasi mulai bulan Agustus 2019 mendatang.

Pilihan

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua ponsel 5G pertama yang akan diluncurkan Honor...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji...

Google, melalui artikel blognya pada hari Senin kemarin, mengumumkan jika platform media sosialnya yang kurang populer, Google Plus, akan ditutup untuk konsumen pada akhir bulan Agustus 2019 mendatang. Ini dilakukan Google setelah ditemukan kerentanan keamanan yang memungkinkan pengembang aplikasi untuk mengakses informasi pribadi penggunanya.

Isu kerentanan keamanan ini ditemukan, dan telah diperbaiki sejak bulan Maret 2018 lalu, di mana pada waktu tersebut Google tidak memberi tahu penggunanya. Menurut laporan dari Wall Street Journal, Google khawatir jika mengungkapkannya akan merugikan reputasi perusahaan. Google juga tidak ingin menarik perhatian regulasi yang tidak diinginkan.

Menurut Google, kerentanan keamanan ini ditemukan melalui salah satu API yang dimiliki Google Plus. Ada 438 pengembang pihak ketiga yang dapat mengakses data dari lebih dari 500.000 pengguna melalui celah tersebut. Ini termasuk nama pengguna, alamat surel, pekerjaan, tanggal lahir, foto profil, dan informasi pribadi lainnya yang tidak bersifat publik.

IKLAN

Selain itu, karena server Google Plus tidak menyimpan catatan API selama lebih dari dua minggu, Google tidak dapat memastikan pengguna mana yang terkena dampak dari isu ini. Namun, Google meyakinkan penggunanya bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan jika ada pengembang pihak ketiga yang tahu tentang isu ini. Google juga yakin jika tidak ada data pribadi pengguna yang telah disalahgunakan.

Selain karena isu keamanan kerentanan, penutupan Google Plus juga dilakukan karena media sosial tersebut kurang populer, dan jarang digunakan. “Google Plus untuk konsumen saat ini memiliki penggunaan dan daya tarik pengguna yang rendah: 90 persen dari sesi pengguna Google Plus berdurasi kurang dari lima detik,” tulis Google, melalui artikel blognya.

Namun, meskipun akan ditutup untuk konsumen, Google Plus akan terus beroperasi. Sebelum sepenuhnya ditutup, Google memberi kesempatan bagi penggunanya untuk mencadangkan data yang tersimpan di media sosial tersebut. Setelah ditutup, di sisi lain, Google Plus akan hanya dapat digunakan oleh pengguna Enterprise yang mewakili suatu perusahaan. Untuk itu, Google, dalam waktu dekat, akan mengumumkan produk baru yang akan difokuskan untuk memaksimalkan layanan tersebut.

Google mengatakan bahwa jika menemukan isu ini melalui inisiatif baru yang diberi nama Project Strobe. Inisiatif ini dilaksanakan guna melindungi privasi, dan memberi batasan terhadap pengembang untuk mengakses data pengguna. Ini nantinya diperuntukkan agar masalah keamanan seperti yang dialami oleh Google Plus saat ini tidak terulang lagi.

Diperbarui 29/11/2019: Penyesuaian gambar unggulan.

IKLAN

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang dicadangkan dapat berupa konfigurasi dan...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer untuk OS berbayar, seperti Windows...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji coba terlebih dahulu, dan telah...