Rocket League Hentikan Dukungan untuk macOS dan Linux

Termasuk menghapus fitur multipemain daring.

Pilihan

5 Emulator Android Terbaik untuk PC

Emulator Android untuk Windows PC kian populer, dan bermacam-macam jenisnya. Memilih satu yang sesuai dengan kebutuhan, oleh karena itu,...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ pada Windows 10

System Restore Point merupakan cadangan pengaturan sistem yang dapat digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Melalui artikel ini, saya...

Mengenal Lisensi Windows Retail, OEM, dan Volume

Microsoft menyediakan Windows, pada kasus ini Windows 10, dengan beragam lisensi melalui kanal yang berbeda, termasuk Retail, OEM, dan...

5 Aplikasi Email Terbaik untuk Android

Email, atau surel, telah menjadi salah satu kebutuhan pokok pengguna pada era digital. Melalui artikel ini, saya ingin mengulas...

Psyonix hari ini mengumumkan jika akan menghentikan dukungan untuk gim populernya, Rocket League, pada platform macOS dan Linux. Pembaruan terakhir akan diluncurkan pada bulan Maret mendatang, yang salah satu perubahannya akan menghapus fitur multipemain daring.

Selain fitur multipemain, fitur daring lainnya juga tidak akan lagi berfungsi, termasuk Rocket Pass, Friends List, dan toko untuk membeli item dalam permainan. Namun, pengguna tetap dapat menjalankan pertandingan lokal, serta menggunakan fitur layar terbagi untuk bermain dengan teman sekitar.

IKLAN

Menurut halaman dokumentasi, berikut daftar fitur yang akan tetap didukung:

  • Local Matches
  • Split-Screen Play
  • Garage/Inventory
  • Career Stats
  • Replays
  • Steam Workshop Maps (yang diunduh sebelum pembaruan terakhir)
  • Custom Training Packs (yang diunduh sebelum pembaruan terakhir)

Berikut daftar fitur yang tidak akan berfungsi/dihapus:

  • Online Matchmaking
  • Private Matches
  • Tournaments
  • Rocket Pass
  • Item Shop/Esports Shop
  • In-Game Events
  • Friends List
  • Clubs
  • News Panel
  • New Custom Training Packs
  • New Steam Workshop Maps
  • Leaderboards
  • League Rankings

Sebagai solusi, Psyonix, yang diakusisi oleh Epic Games pada bulan Mei tahun lalu, menyarankan pengguna macOS untuk menggunakan Boot Camp, dan Proton/Wine untuk pengguna Linux. Psyonix, meskipun begitu, menegaskan jika cara tersebut tidak secara resmi didukungnya.

Solusinya lainnya bagi pengguna yang terdampak adalah dengan beralih menggunakan Windows. Pengguna, dengan beralih, tidak perlu lagi membeli Rocket League karena Steam akan menyediakan akses untuk semua gim yang telah dibeli dengan satu kali pembelian.

Rocket League merupakan salah satu gim favorit saya, dan merupakan wajah untuk gim lintas platform. Rocket League kini tersedia untuk hampir seluruh platform, termasuk Windows PC, macOS, Linux, PlayStation 4, dan Xbox One.

IKLAN

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

5 Emulator Android Terbaik untuk PC

Emulator Android untuk Windows PC kian populer, dan bermacam-macam jenisnya. Memilih satu...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ pada Windows 10

System Restore Point merupakan cadangan pengaturan sistem yang dapat digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Melalui artikel ini, saya ingin membahas tentang cara membuat...

Mengenal Lisensi Windows Retail, OEM, dan Volume

Microsoft menyediakan Windows, pada kasus ini Windows 10, dengan beragam lisensi melalui kanal yang berbeda, termasuk Retail, OEM, dan Volume. Setiap kanal menawarkan versi...

5 Aplikasi Email Terbaik untuk Android

Email, atau surel, telah menjadi salah satu kebutuhan pokok pengguna pada era digital. Melalui artikel ini, saya ingin mengulas beberapa aplikasi email terbaik untuk...