Rocket League Hentikan Dukungan untuk macOS dan Linux

Termasuk menghapus fitur multipemain daring.

Pilihan

Minecraft Kian Populer, Penjualan Capai 200 Juta

Microsoft mengumumkan total penjualan Minecraft kini mencapai 200 juta, dengan 126 juta pemain aktif pada setiap bulannya. Ini merupakan...

Pengertian dan Contoh Perangkat Lunak ‘Open Source’

Istilah perangkat lunak Open Source, atau perangkat lunak sumber terbuka, sudah tidak asing lagi bagi konsumen dan pengguna teknologi....

Facebook Beli Platform GIF Populer GIPHY

Facebook resmi membeli GIPHY, sebuah platform pengunggahan dan pembagian GIF yang kian populer. Facebook berencana untuk mengintegrasikan pustaka GIF GIPHY...

Saingi Zoom, Messenger Rooms Kini Tersedia Secara Global

Facebook mengumumkan jika layanan panggilan video grupnya, Messenger Rooms, telah tersedia secara global untuk semua pengguna, baik pada ponsel maupun...

Psyonix hari ini mengumumkan jika akan menghentikan dukungan untuk gim populernya, Rocket League, pada platform macOS dan Linux. Pembaruan terakhir akan diluncurkan pada bulan Maret mendatang, yang salah satu perubahannya akan menghapus fitur multipemain daring.

Selain fitur multipemain, fitur daring lainnya juga tidak akan lagi berfungsi, termasuk Rocket Pass, Friends List, dan toko untuk membeli item dalam permainan. Namun, pengguna tetap dapat menjalankan pertandingan lokal, serta menggunakan fitur layar terbagi untuk bermain dengan teman sekitar.

IKLAN

Menurut halaman dokumentasi, berikut daftar fitur yang akan tetap didukung:

  • Local Matches
  • Split-Screen Play
  • Garage/Inventory
  • Career Stats
  • Replays
  • Steam Workshop Maps (yang diunduh sebelum pembaruan terakhir)
  • Custom Training Packs (yang diunduh sebelum pembaruan terakhir)

Berikut daftar fitur yang tidak akan berfungsi/dihapus:

  • Online Matchmaking
  • Private Matches
  • Tournaments
  • Rocket Pass
  • Item Shop/Esports Shop
  • In-Game Events
  • Friends List
  • Clubs
  • News Panel
  • New Custom Training Packs
  • New Steam Workshop Maps
  • Leaderboards
  • League Rankings

Sebagai solusi, Psyonix, yang diakusisi oleh Epic Games pada bulan Mei tahun lalu, menyarankan pengguna macOS untuk menggunakan Boot Camp, dan Proton/Wine untuk pengguna Linux. Psyonix, meskipun begitu, menegaskan jika cara tersebut tidak secara resmi didukungnya.

Solusinya lainnya bagi pengguna yang terdampak adalah dengan beralih menggunakan Windows. Pengguna, dengan beralih, tidak perlu lagi membeli Rocket League karena Steam akan menyediakan akses untuk semua gim yang telah dibeli dengan satu kali pembelian.

Rocket League merupakan salah satu gim favorit saya, dan merupakan wajah untuk gim lintas platform. Rocket League kini tersedia untuk hampir seluruh platform, termasuk Windows PC, macOS, Linux, PlayStation 4, dan Xbox One.

IKLAN

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Microsoft Rilis Pratinjau Windows Package Manager

Microsoft merilis pratinjau untuk Windows Package Manager, sebuah pengelola paket aplikasi berbasis baris...

6 Aplikasi Password Manager Terbaik untuk Android

Aplikasi password manager, atau pengelola kata sandi, merupakan salah satu aplikasi yang memiliki peran penting untuk menunjang presensi daring pengguna. Pada artikel ini, saya sudah...

Sea of Thieves Mendarat di Steam 3 Juni

Microsoft dan Rare mengumumkan jika akan merilis permainan petualangan bajak laut Sea of Thieves di toko permainan Steam pada 3 Juni mendatang. Sea of Thieves...