Steam Hapus Bitcoin dari Sistem Pembayarannya

Karena biaya tambahannya naik dan nilai tukarnya tidak stabil.

Pilihan

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua ponsel 5G pertama yang akan diluncurkan Honor...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji...

Valve, melalui sebuah artikel blognya, baru saja mengumumkan jika telah menghapus Bitcoin dari sistem pembayaran di Steam. Ini dilakukan karena naiknya biaya tambahan yang harus dibayarkan oleh setiap pengguna ketika melakukan transaksi menggunakan mata uang kripto tersebut.

Biaya tambahan yang harus dibayarkan pengguna naik drastis menjadi US$20. Semula, ketika Steam baru saja menambahkan Bitcoin sebagai salah satu sistem pembayarannya, biaya tambahan yang harus dibayarkan hanya sebesar US$0.2. Biaya tambahan ketika bertransaksi menggunakan kartu kredit Visa atau MasterCard, jika dibandingkan, hanya berjumlah tak lebih dari US$2.

In the past few months we’ve seen an increase in the volatility in the value of Bitcoin and a significant increase in the fees to process transactions on the Bitcoin network. For example, transaction fees that are charged to the customer by the Bitcoin network have skyrocketed this year, topping out at close to $20 a transaction last week — compared to roughly 20 cents when we initially enabled Bitcoin.” – Kurtis Chinn, Representative dari Valve.

IKLAN

Valve sendiri tidak memiliki kuasa terhadap biaya tambahan yang harus dibebankan, termasuk ketika sedang mengalami kenaikan. Valve juga mengklaim jika kenaikan biaya dapat merugikan pengguna yang harus membayar biaya lebih dengan jumlah yang signifikan ketika melakukan transaksi. Selain itu, biaya tambahan tersebut juga dapat menjadi masalah yang merugikan Steam dan penggunanya, mengingat nilai tukar Bitcoin yang tidak stabil.

Unfortunately, Valve has no control over the amount of the fee. These fees result in unreasonably high costs for purchasing games when paying with Bitcoin. The high transaction fees cause even greater problems when the value of Bitcoin itself drops dramatically.” – tambah Chinn.

Penghapusan Bitcoin dari sistem pembayaran di Steam hanya dilakukan untuk saat ini saja. Valve, melalui artikel yang sama, mengatakan jika dapat mengubah pikirannya dan kembali menghadirkan Bitcoin sebagai sistem pembayaran di Steam di masa mendatang.

Valve menambahkan Bitcoin sebagai sistem pembayaran alternatif di Steam pada bulan April 2016 lalu. Ini didukung dengan tingginya popularitas dari mata uang kripto tersebut, serta nilai tukarnya yang terus meningkat dan menjanjikan; meski tidak selalu stabil.

Nilai tukar Bitcoin sendiri, baru-baru ini, telah banyak mengalami perubahan. Selama satu minggu terakhir, 1 Bitcoin dihargai US$13,000, naik US$9,500 dari minggu sebelumnya. Selain kenaikan, nilai tukar Bitcoin juga pernah mengalami penurunan. Beberapa bulan yang lalu, nilai tukar untuk 1 Bitcoin dihargai US$9,000, turun US$2,000 dari yang sebelumnya US$11,000.

Diperbarui 20/11/2019: Penyesuaian gambar unggulan.

IKLAN

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Honor Umumkan V30 dan V30 Pro dengan Cip Kirin 990 5G

Honor baru saja mengumumkan dua ponsel terbarunya, V30 dan V30 Pro. Kedua...

Cara Membuat ‘System Restore Point’ di Windows 10

System Restore Point, singkatnya, merupakan cadangan pengaturan sistem yang akan digunakan untuk memulihkan Windows ketika mengalami kerusakan. Pengaturan yang dicadangkan dapat berupa konfigurasi dan...

Kenapa Memilih Ubuntu sebagai OS Sehari-hari

Ubuntu, sebagai distro Linux, merupakan salah satu OS sumber terbuka, dan telah menjadi salah satu alternatif yang paling populer untuk OS berbayar, seperti Windows...

Twitter Rilis Fitur untuk Menyembunyikan Balasan Twit

Twitter resmi menghadirkan fitur untuk menyembunyikan balasan dari Twit yang dikirim pengguna. Sebelum dirilis secara global, fitur ini diuji coba terlebih dahulu, dan telah...