Tampung Data iCloud, Apple Gunakan Google Cloud

Termasuk data kontak, kalender, foto, video, dan dokumen lainnya.

Pilihan

Windows 7 Dapatkan Satu Pembaruan Terakhir

Microsoft mengakhiri dukungannya untuk Windows 7 pada 14 Januari lalu, dan merilis sejumlah pembaruan terakhir pada tanggal yang sama....

Rocket League Hentikan Dukungan untuk macOS dan Linux

Psyonix hari ini mengumumkan jika akan menghentikan dukungan untuk gim populernya, Rocket League, pada platform macOS dan Linux. Pembaruan...

DM Twitter Dapatkan Fitur Reaksi Emoji

Pengguna Twitter kini dapat memberikan reaksi emoji pada pesan yang diterima melalui DM, menurut pengumuman yang diterbitkan oleh perusahaan. Dengan...

Techland Tunda Perilisan Gim ‘Dying Light 2’

Techland mengumumkan jika akan menunda perilisan gim terbarunya, Dying Light 2. Gim ini, sebagai informasi, pertama kali dijadwalkan untuk dirilis...

Dilaporkan CNBC, Apple menggunakan layanan Google Cloud untuk menampung data iCloud penggunanya. Apple mengonfirmasi laporan tersebut melalui dokumen iOS Security Guide yang baru saja dirilis. iOS Security Guide sendiri merupakan dokumen untuk menjelaskan tentang keamanan iOS dan privasi penggunanya.

iCloud merupakan layanan penyimpanan awan yang ditawarkan Apple untuk penggunanya. Layanan ini kerap digunakan untuk menyimpan dokumen, foto, kontak, dan dokumen penting lainnya.

IKLAN

Apple, untuk menampung data tersebut, membutuhkan jasa dari perusahaan lain. Ini dilakukan karena pemeliharaan data dengan jumlah yang banyak memerlukan ruang penyimpanan yang besar dan komputasi yang mumpuni. Google Cloud, dalam kasus ini, memiliki server yang dapat melakukan tugas tersebut.

Sebelumnya, Apple juga telah menggunakan layanan Amazon Web Services dan Microsoft Azure. Kini, seperti yang telah disebutkan pada dokumen iOS Security Guide yang baru, selain Google Cloud, Apple juga menggunakan layanan AWS S3 guna menampung data iCloud tersebut.

Data iCloud pengguna yang ditampung menggunakan Google Cloud termasuk kontak, kalender, foto, video, dan dokumen lainnya. Apple menyebutkan jika Google tidak dapat mengakses data tersebut, yang telah dienkripsi dengan keamanan AES-128 menggunakan kunci SHA-256.

Pada dokumen iOS Security Guide yang baru saja dirilis, Apple tidak menyebutkan jika Google Cloud digunakan untuk keperluan lainnya, selain untuk menyimpan data pengguna. Dokumen tersebut juga tidak menyebutkan kapan Apple mulai menggunakan layanan Google Cloud.

Selain Apple, perusahaan lainnya yang menggunakan layanan Google Cloud ialah Kroger, PayPal, Snap, dan Spotify.

Diperbarui 26/12/2019: Penyesuaian gambar unggulan.

IKLAN
ViaCNBC

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Windows 7 Dapatkan Satu Pembaruan Terakhir

Microsoft mengakhiri dukungannya untuk Windows 7 pada 14 Januari lalu, dan merilis...

Rocket League Hentikan Dukungan untuk macOS dan Linux

Psyonix hari ini mengumumkan jika akan menghentikan dukungan untuk gim populernya, Rocket League, pada platform macOS dan Linux. Pembaruan terakhir akan diluncurkan pada bulan...

DM Twitter Dapatkan Fitur Reaksi Emoji

Pengguna Twitter kini dapat memberikan reaksi emoji pada pesan yang diterima melalui DM, menurut pengumuman yang diterbitkan oleh perusahaan. Dengan ini, pengguna dapat menjawab suatu...

Techland Tunda Perilisan Gim ‘Dying Light 2’

Techland mengumumkan jika akan menunda perilisan gim terbarunya, Dying Light 2. Gim ini, sebagai informasi, pertama kali dijadwalkan untuk dirilis pada musim gugur mendatang. Pengumuman yang...