YouTube Dituduh Kumpulkan Data Anak-anak Secara Ilegal

Juga diminta untuk membayar denda "puluhan miliar" dolar.

Pilihan

Minecraft Kian Populer, Penjualan Capai 200 Juta

Microsoft mengumumkan total penjualan Minecraft kini mencapai 200 juta, dengan 126 juta pemain aktif pada setiap bulannya. Ini merupakan...

Pengertian dan Contoh Perangkat Lunak ‘Open Source’

Istilah perangkat lunak Open Source, atau perangkat lunak sumber terbuka, sudah tidak asing lagi bagi konsumen dan pengguna teknologi....

Facebook Beli Platform GIF Populer GIPHY

Facebook resmi membeli GIPHY, sebuah platform pengunggahan dan pembagian GIF yang kian populer. Facebook berencana untuk mengintegrasikan pustaka GIF GIPHY...

Saingi Zoom, Messenger Rooms Kini Tersedia Secara Global

Facebook mengumumkan jika layanan panggilan video grupnya, Messenger Rooms, telah tersedia secara global untuk semua pengguna, baik pada ponsel maupun...

YouTube dituduh telah mengumulkan data penggunanya yang masih anak-anak secara ilegal. Tuduhan ini dilaporkan oleh lebih dari 20 grup advokasi kepada Federal Trade Commissions (FTC) Amerika Serikat di hari Senin kemarin, waktu setempat.

FTC diminta untuk menginvestigasi YouTube karena diduga telah melanggar aturan yang disebutkan di Child Online Privacy Protection Act (COPPA). Aturan ini memberikan regulasi tentang bagaimana suatu perusahaan dapat mengumpulkan data anak-anak yang masih berumur di bawah 13 tahun. Dalam aturan tersebut, perusahaan juga harus memberi tahu orang tua terlebih dahulu, dan mendapatkan persetujuannya ketika ingin mengoleksi data anak-anak.

IKLAN

YouTube, menurut tudahan, telah mengumpulkan informasi pribadi, termasuk lokasi, pengenal perangkat, nomor telepon, dan data pelacakan peramban, milik anak-anak yang mengakses platform streaming video tersebut. Dikutip dari CNN, YouTube juga diminta agar mengubah caranya dalam mengelola konten untuk anak-anak, dan membayar denda hingga “puluhan miliar” dolar karena diduga telah mengambil keuntungan dari penggunanya yang masih di bawah umur tersebut.

Google telah memperoleh keuntungan besar dari pengumpulan dan penggunaan data pribadi milik anak-anak di YouTube. Pengumpulan ilegal ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan melibatkan puluhan juta anak-anak AS,” – bunyi dari tuduhan tersebut, yang pelaporannya dipimpin oleh grup Center for Digital Democracy dan Campaign for a Commercial-Free Childhood.

Meskipun begitu, ketentuan layanan YouTube menyatakan jika platform streaming video tersebut tidak diperuntukkan untuk anak-anak berusia di bawah 13 tahun. Untuk membuat akun Google, yang kemudian digunakan di YouTube, pengguna harus menyatakan jika telah berusia lebih dari 13 tahun.

YouTube juga memiliki aplikasi terpisah yang dikhususkan untuk anak-anak, yaitu YouTube Kids. Aplikasi ini diluncurkan di tahun 2015 lalu, dan menurut YouTube, telah mengikuti semua aturan yang ditetapkan di COPPA.

Melindungi hak anak-anak dan keluarga selalu menjadi prioritas utama bagi kami. Kami akan membaca pengaduan tersebut secara menyeluruh dan mengevaluasi jika ada hal-hal yang dapat kami lakukan untuk meningkatkan pelayanan kami. Karena YouTube bukan untuk anak-anak, kami telah memberikan alternatif yang dirancang khusus untuk anak-anak, yaitu melalui aplikasi YouTube Kids.” – juru bicara Google menanggapi isu ini, dikutip dari CNN.

IKLAN

Namun, yang menjadi masalah, ialah, setiap pengguna, termasuk anak-anak, dapat mengakses dan menonton video di YouTube tanpa menggunakan akun. Selain itu, orang tua juga dapat membiarkan anak-anaknya mengakses YouTube menggunakan akun mereka. Anak-anak juga dapat membuat akun dengan informasi umur yang tidak benar. Menurut penelitian yang dilakukan Trendera, 45% anak-anak dengan umur antara 8-12 tahun telah memiliki akun YouTube.

Diperbarui 23/11/2019: Penyesuaian gambar unggulan.

IKLAN
ViaCNN

Tanpa-Spasi

Berlangganan surat kabar dari niwala mingguan Tanpa-Spasi. Dikirim langsung dari masa depan, Tanpa-Spasi menyampaikan wawasan dan kabar terbaru terkait perkembangan teknologi; langsung ke kotak masuk, bukan spam, tanpa iklan.

Niwala mingguan Tanpa-Spasi menerapkan kebijakan privasi dan ketentuan layanan yang berlaku di MSDPN. Pengguna dapat berhenti berlangganan kapan saja.

Tinggalkan komentar

Tulis komentar kamu
Masukkan nama kamu di sini

Artikel terbaru

Microsoft Rilis Pratinjau Windows Package Manager

Microsoft merilis pratinjau untuk Windows Package Manager, sebuah pengelola paket aplikasi berbasis baris...

6 Aplikasi Password Manager Terbaik untuk Android

Aplikasi password manager, atau pengelola kata sandi, merupakan salah satu aplikasi yang memiliki peran penting untuk menunjang presensi daring pengguna. Pada artikel ini, saya sudah...

Sea of Thieves Mendarat di Steam 3 Juni

Microsoft dan Rare mengumumkan jika akan merilis permainan petualangan bajak laut Sea of Thieves di toko permainan Steam pada 3 Juni mendatang. Sea of Thieves...