Huawei meluncurkan Pura X, ponsel lipat terbarunya yang menawarkan desain inovatif dengan membuka ke samping, berbeda dari ponsel lipat tradisional yang membuka secara vertikal. Gaya ini menghasilkan ponsel dengan rasio aspek 16:10, memberikan tampilan yang lebih lebar hampir menyerupai tablet.
Pura X tampil menyerupai Samsung Galaxy Flip atau Motorola Razr saat ditutup, dengan desain yang pas untuk digenggam. Perbedaan utama yaitu terletak pada engsel yang berada di sisi perangkat, memungkinkan layar utamanya, dengan ukuran 6,3 inci, terbuka secara horizontal.

Pura Z adalah ponsel pertama Huawei yang meninggalkan kompatibilitas aplikasi Android secara penuh. Ponsel tersebut menjalankan HarmonyOS Next yang tidak menggunakan kode dari Android Open Source Project (AOSP).
HarmonyOS Next pertama kali diperkenalkan pada November 2024 lalu, bersama seri Mate 70, namun pada saat itu pengguna masih diberikan pilihan antara HarmonyOS Next atau HarmonyOS yang berbasis AOSP. Dengan Pura X, Huawei sepenuhnya beralih ke sistem operasi baru.
Selain itu, Pura X merupakan perangkat pertama yang dilengkapi dengan Harmony Intelligence, asisten AI Huawei bermodel AI Pangu yang dikembangkan oleh DeepSeek. Langkah ini menunjukkan komitmen Huawei dalam mengembangkan kapabilitas AI pada perangkatnya.
Untuk saat ini, Pura X hanya tersedia di Tiongkok dengan harga mulai dari ¥7.499. Sampai saat ini, belum ada informasi mengenai ketersediaannya di pasar internasional, termasuk di Indonesia.